Minggu, 20 September 2009

Itqan Crew


ITQAN Crew

ITQAN Crew adalah pengurus ITQAN itu sendiri dari kelas enam. Mereka bersama-sama mengembangkan ITQAN. Mengadakan berbagai acara, membimbing, memonitori hingga mengevaluasi setiap kegiatan yang dilaksanakan. Mengisi kajian tiap selesai sholat maghrib adalah makanan harianya. Begitupula mereview sebuah buku, member gambaran umum tentang isi buku, memaparkan kelebihan dan kekurangan beserta sisipan opini tentang buku tersebut. Pembagian reportase Ulul Albab pun melibatkan kelas enam sebagai pengurus. Bertanggung jawab atas administrasi keuangan dan barang-barang inventaris ITQAN adalah kewajiban. Mengadakan musyawarah bersama tiap tahun guna menentukan program-program apa saja yang akan dikerjakan pada tahun mendatang. Mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh anggota ITQAN semisal exspedisi pada hari jum’at ke unit-unit usaha pondok. Exspedisi ke pembuatan air minum La tansa, atau ke penerbit dan percetakan Gontor Darussalam Press dan lain sebagainya.
Yang paling terlihat oleh umum adalah penerbitan majalah ITQAN kemudian mengadakan marketing majalah ke kamar-kamar santri. Majalah ITQAN berisi seputar kajian-kajian islam yang banyak diperbincangkan, berita kegiatan santri, kolom ilmu pengetahuan, cerita islami sampai membuat cerita humor. Majalah ITQAN dulunnya berdiri sendiri, artinya dicetak sendiri. Kemudian lambat laun digabung dengan majalah Afkar yang berisi Bias Imajinasi santri yaitu seputar sastra dan cerita-cerita penggugah kalbu.
Belum lagi kegiatan Book fair ketika tahun baru hijriah. Menjajakan berbagai macam buku kepada para santri. Mulai dari cerita pendek, ilmu pengetahuan, kamus hingga majalah-majalah berpendidikan. Menerbitkan buku juga menjadi keharusan untuk selalu menambah kreasi dan inovasi santri. Mencetak berbagai konten yang menarik seperti pocket planner, yaitu buku kecil untuk mengorganisir kegiatan dan rencana yang akan dilaksanakan sehingga hidup akan lebih terencana dan memiliki tujuan.
Membuat laporan pertanggung jawaban juga dituntut untuk melaporkan seluruh kegiatan ITQAN kepada segenap anggota serta penyerahan amanat kepada pengurus baru untuk meneruskan tali estafet kepemimpinan. Masih banyak lagi kegiatan yang belum dipaparkan, tapi si penulis dah capek jadi istirahat dulu yach.

Islamadina


ISLAMADINA

Islamadina adalah wadah ITQAN bagi kelas limanya. Dikarenakan kelas lima memiliki tanggung jawab yang banyak di rayon untuk mengurus anggota, mereka hanya sedikit dibebani kegiatan. Namun, walaupun sedikit, tapi itu akan menjadi pedoman ketika menjadi Crew yang mengurus ITQAN.
Kegiatanya meliputi penerbitan bulletin bulanan, mengikuti setiap pertemuan untuk transformasi nilai-nilai ke-Itqanan, membahas kekurangan ataupun kelebihan serta program-program yang akan dijalankan nantinya.
Dari pada itu, pengurus ITQAN dari kelas enam memilih sebagian dari mereka untuk dijadikan kader. Tugas utama kader adalah mengikuti setiap kegiatan yang ada di ITQAN. Memberikan masukan dan tanggapan.

Ulul Albab


ULUL ALBAB

Tingkat selanjutnya setelah Al-Hambra adalah Ulul Albab. Dimana didalamnya mereka memiliki tanggung jawab yang lebih. Yaitu publikasi untuk umum yang berbentuk majalah dinding. Sebelum diresmikan menjadi kru-Ulul Albab, terlebih dahulu mereka diuji dalam wadah Jurnal Syawwal.
Jurnal Syawwal adalah penerbitan majalah dinding mingguan yang berisi berita-berita dalam pondok beserta opini-opini tentang berbagai macam kegiatan. Seperti namanya, wadah ini diadakan pada bulan Syawwal atau ketika para santri kembali ke pondok setelah liburan Ramadhan. Para anggotanya direkrut dari anggota Al-Hambra yang telah duduk di kelas 3int maupun empat serta beberapa kelas tiga yang berpotensi.
Setelah melewati Jurnal syawwal, barulah akan ditentukan oleh pengurus siapa saja yang bakal berhak menjadi kru Ulul Albab. Setelah menjadi kru Ulul Albab, bukan langsung selesai, tapi tantangan yang lebih besar akan segera mereka hadapi.
Diantara kegiatanya adalah penerbitan majalah dinding berkala mingguan, diskusi antar instansi yang langsung mewakili ITQAN, bedah buku, diskusi menggunakan bahasa Arab maupun Inggris, penulisan cerpen, pengumpulan karya sastra dan lain sebagainya. Jadi bisa dikatakan Ulul Albab adalah inti pendidikan di ITQAN. Bermotokan, “Never Ending Thinking”, mereka terus memupuk kreativitas dalam bingkai informasi dan wawasan islami.

Al-Hambra


AL-HAMBRA

Al-Hambra adalah salah satu bagian dari ITQAN yang bergerak dalam bidang kajian. Bagi mereka yang masuk ke Instansi ini/ITQAN maka harus masuk ke club ini dulu. Harus banyak mengkaji sebelum menulis dan mempublikasikan sesuatu. Hal ini agar tertanam dalam diri setiap santri pola piker yang baik. Pola piker islami yang dapat menerangi kebodohan, bukan malah menambah keruh permasalahan.
Secara umum, kegiatan Al-Hambra adalah mengikuti kajian tiap selesai sholat jum’at di masjid pusaka dan mengadakan diskusi setelah maghrib. Menuliskan apa yang ada di kepala mereka tentang sesuatu yang dikaji kemudian menempelkan hasilnya di ruangan ITQAN.
Al-Hambra adalah dasar. Maka dasar haruslah kuat. Aabila dasarnya sudah kuat, maka badai topan apapun yang melanda akan dapat dihadapi.
Dengan bermotokan, “The Mind is Power to do More”, segenap santri menata pikiranya supaya terarah kepada kebaikan. Setelah itu diharapkan memiliki semangat juang sehingga bisa melakukan hal baik yang lebih banyak.

Tunis School


TUNIS adalah nama dari sebuah gedung yang berada di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Gedung ini terletak di antara Gedung Balai Pertemuan dan Masjid Jami’ serta didepan gedung Aligarh. Letak gedung ini sangat strategis dikarenakan banyaknya orang yang berlalu-lalang disekitar gedung. Apalagi tingkat pertamanya adalah koperasi pelajar untuk buku, dan ditimurnya koperasi kelontong pelajar. Sedangkan untuk latai dua disebelah timur terdapat koperasi makanan dan disebelah baratnya terdapat tiga kamar yang akan kita perinci satu-persatu nanti.

Secara umum, gedung tunis yang dimaksud disini adalah tiga ruangan untuk mengasah kreativitas santri. Sehingga siswa akhir KMI 2008 menyebutnya sebagai, “Tunis Shool”. Penamaan ini tidak lain karena para santri dididik sedemikian rupa, diantara padatnya kegiatan namun tetap bertekad untuk melejitkan potensi diri.

Mulai dari ruangan yang paling ujung kamar 101 adalah LCD yaitu kependekan dari Language Course Department. Disana adalah pusat kursus bahasa baik Arab ataupun Inggris. Selain itu, mereka juga menerbitkan buku-buku tentang bahasa. Diantaranya adalah MATRIX yaitu kamus kecil yang berisi kosakata bahasa arab dan inggris.

Kedua adalah FP2WS atau Forum Pengembangan Pengetahuan dan Wawasan Santri. Forum ini bertugas untuk melaksanakan dan mengorganisir kegiatan diskusi dan kajian-kajian seputar masalah-masalah terbaru. Mengungkap isu-isu baru yang memberikan penjelasan kepada kita bahaya propaganda orang yang tidak bertaanggung jawab.

Terakhir yaitu ITQAN Group. ITQAN adalah kepanjangan dari Ilmy Tarbawy Qur’any. Dalam arti bahasanya berarti orang yang tekun. Sedangkan mottonya adalah, “Wadah Pengembangan Kreativitas Keilmuan dan Informasi Santri”. ITQAN adalah sebuah lembaga yang bergerak dibidang publikasi jurnalistik. Publikasinya berupa kajian mingguan Al-Hambra, majalah dinding Ulul Albab, Bulettin Islamadina dan Majalah ITQAN.